Koneksi Antar Materi Kesimpulan dan Refleksi Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara Tentang Pendidikan
Merdeka belajar adalah gerakan pendidikan yang saat ini sedang digencarkan oleh Pemerintah melalui Mendikbud. “Tahun 2020 adalah tahun yang penuh tantangan. Namun Tim Kemendikbud selalu bekerja keras agar lebih banyak lagi masyarakat yang menerima manfaat dari transformasi yang sedang kita kerjakan,”ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, di Jakarta, pada selasa (5/1/2021). Tujuan merdeka belajar salah satunya adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sebelum adanya program merdeka belajar, pendidik terbelenggu oleh banyaknya administrasi pembelajaran sehingga pendidik hanya fokus kepada pengetahuan kognitif saja atau kegiatan pembelajaran hanya berpusat pada pendidik.
Pada 3 Juli 2020. Kemendikbud meluncurkan
program Merdeka Belajar yaitu Guru Penggerak sebagai agen transformasi pendidikan Indonesia. Program ini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang murid secara holistik sehingga menjadi Pelajar Pancasila, dan proses pembelajaran yang berpusat pada murid.Kesimpulan Filosofi Pemikiran Ki
Hajar Dewantara (KHD) tentang Pendidikan
adalah
- KHD memiliki keyakinan untuk menciptakan manusia yang beradab maka Pendidikan menjadi salah satu kunci untuk mencapainya
- Pengajaran merupakan proses pendidikan dalam memberi ilmu untuk kecakapan hidup
- Peran pendidik seperti seorang petani atau tukang kebun, dimana setiap anak mempunyai keunikan, potensi, karakter yang berbeda. Disinilah tugas pendidik adalah proses “Menuntun” anak sesuai kodrat alamnya untuk mencapai bahagia dan selamat baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat dan anak diberi kebebasan namun pendidik tetap sebagai “Pamong” dalam memberi tuntunan dan arahan.
- Pendidikan anak sejatinya adalah menuntun anak untuk mencapai kodrat alamnya dan kodrat zamannya. Disinilah zaman yang terus berkembang dan dinamis pendidik juga harus memberikan kemampuan anak untuk memiliki “Ketrampilan Abad 21”
- Pendidikan adalah tempat benih – benih kebudayaan yang memiliki nilai – nilai luhur yang dapat mengantarkan anak pada pendidikan sosial dan budi pekerti
- Pendidik adalah hamba – hamba anak, sehingga pendidikan harus berpusat pada anak. Dalam pembelajaran kita berikan permainan sesuai dengan tema, agar pembelajaran tidak membosankan.Kemudian anak diberikan kemerdekaan belajar untuk eksplorasi, diskusi, kolaborasi, komunikasi, demonstrasi dan refleksi untuk mengolah lahir dan batinnya. Anak harus merasakan nyaman, kerasan, dan bahagia di sekolah.
Refleksi saya
sebelum saya mempelajari Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang
Pendidikan tentang murid dan pembelajaran dikelas adalah :
- Murid sebagai objek yang hanya menerima ilmu.
- Pendidik sebagai sumber belajar yang tugasnya mentransfer ilmu
- Potensi semua murid sama, saya ibaratkan selembar kertas yang kosong sehingga pendidik berhak memberi coretan dan cara memperlakukan semua murid juga harus sama
- Pembelajaran di kelas didominasi oleh pendidik, sehingga murid hanya pasif
- Dalam kegiatan pembelajaran yang saya tekankan adalah aspek pengetahuan atau hasil tanpa melihat proses
- Pembelajaran tidak ada permainan, kebebasan belajar, sehingga anak merasakan bosan untuk belajar
Refleksi
saya tentang pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari Filosofi
Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan adalah :
- Pendidik tugasnya bukan hanya untuk mengajar, tapi untuk menuntun, menumbuhkan kekuatan kodrat alam anak agar mandiri, cakap mengatur hidupnya untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan
- Setiap murid memiliki potensi, bakat, karakter yang berbeda, sehingga kita tidak boleh menyamaratakan. Tugas kita memberi teladan, arahan, motivasi, dan dukungan agar bisa mengembangkan kodrat alamnya
- Pendidik adalah menuntun kodrat alam anak yang harus kita sesuaikan dengan kodrat zamannya. Disinilah kita harus membekali ketrampilan seperti mengikuti perkembangan tentang Ilmu Teknologi, maka peran pendidik adalah mendampingi, mengarahkan murid agar tidak kehilangan arah sehingga tidak membahayakan dirinya
- Melalui pendidikan, anak diajak untuk mempelajari keanekaragaman budaya yang memiliki nilai – nilai luhur yang bisa kita terapkan dalam kegiatan pembiasaan dan pembelajaran, sehingga anak memperoleh pendidikan sosial dan budi pekerti
- Pendidik adalah hamba – hamba anak, sehingga anak sebagai subjek. Proses pembelajaran harus berpusat pada anak, disinilah anak diajak terbuka, diberi kebebasan untuk belajar, diselingi permainan sehingga kegiatan pembelajaran menjadi menyenangkan. Sehingga tujuan akhir yang akan kita capai adalah anak memiliki profil pelajar Pancasila
- Saya akan mengajak murid lebih terbuka, membuat kesepakatan bersama untuk kegiatan pembelajaran
- Merancang kegiatan pembelajaran yang berpusat pada murid dan pembelajaran yang menyenangkan. Sebelum kegiatan pembelajaran diawali dengan permainan. Kemudian murid diberi kebebasan eksplorasi literasi sesuai kemampuannya, diajak berdiskusi (analisis dan problem solving), kolaborasi, komunikasi, dan refleksi. Untuk menggali bakat minat, murid diberi kebebasan membuat demonstrasi dalam bentuk media informasi
- Saya membiasakan murid untuk bebas berpendapat dalam memberi kritikan tetapi juga mampu memberikan solusi.




Mantap... Semoga pendidikan di Indonesia maju sesuai dengan Cita-cita Bapak KIHAJAR DEWANTARA...
BalasHapus